MOCHTAR RIADY

Diposting oleh obligos Rabu, 05 Januari 2011 0 komentar

Orang banyak mengenal Mochtar Riady sebagai seorang praktisi perbankan jempolan dan seorang konglomerat yang visioner, pandangannya yang jauh ke depan dan sarat dengan filosofi menjadi panutan banyak para pengusaha dan para pelaku pasar. Kali ini kita akan menyoroti jalannya meniti sukses,yang tentu saja tidak semudah dibayangkan oleh banyak orang.
Mochtar Riady sudah bercita-cita menjadi seorang bankir di usia 10 tahun. Ketertarikan Riady yang dilahirkan di Malang pada tanggal 12 mei 1929 ini disebabkan karena setiap hari ketika berangkat sekolah, dia selalu melewati sebuah gedung megah yang merupakan kantor dari Nederlandsche Handels Bank (NHB) dan melihat para pegawai bank yang berpakaian parlente dan kelihatan sibuk. Riady adalah anak seorang pedagang batik. Pada tahun 1947, Riady ditangkap oleh pemerintah Belanda dan di buang ke Nanking, Cina, di sana ia kemudian mengambil kuliah filosofi di University of Nanking .Namun, karena ada perang, Riady pergi ke Hongkong hingga tahun 1950 dan kemudian kembali ke Indonesia.
Riady masih sangat ingin menjadi seorang bankir, namun ayahnya tidak mendukung karena profesi bankir menurut ayahnya hanya untuk orang kaya, sedangkan kondisi keluarga mereka saat itu sangat miskin.
Pada tahun 1951 ia menikahi seorang wanita asal jember, oleh mertuanya, Riady diserahi tanggungjawab untuk mengurus sebuah toko kecil. Dalam tempo tiga tahun Riady telah dapat memajukan toko mertuanya tersebut menjadi yang terbesar di kota Jember. Cita-citanya yang sangat ingin menjadi seorang bankir membuatnya untuk memutuskan pergi ke Jakarta pada tahun 1954, walaupun saat itu dia tidak memiliki seorang kenalan pun di sana dan ditentang oleh keluarganya. Riady berprinsip bahwa jika sebuah pohon ditanam di dalam pot atau di dalam rumah tidak akan pernah tinggi, namun akan terjadi sebaliknya bila ditanam di sebuah lahan yang luas.
Untuk mencari relasi, Riady bekerja di sebuah CV di jalan hayam wuruk selama enam bulan, kemudian ia bekerja pada seorang importer, di waktu bersamaan ia pun bekerjasama dengan temannya untuk berbisnis kapal kecil. Sampai saat itu,Riady masih sangat ingin menjadi seorang bankir, di setiap kali bertemu relasinya, ia selalu mengutarakan keinginannya itu. Suatu saat temannya mengabari dia jika ada sebuah bank yang lagi terkena masalah dan menawarinya untuk memperbaikinya, Riady tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut walau saat itu dia tidak punya pengalaman sekalipun. Riady berhasil meyakinkan Andi Gappa, pemilik Bank Kemakmuran yang bermasalah tersebut sehingga ia pun ditunjuk menjadi direktur di bank tersebut.
Di hari pertama sebagai direktur, Riady sangat pusing melihat balance sheet, dia tidak bisa bagaimana cara membaca dan memahaminya, namun Riady pura-pura mengerti di depan pegawai akunting. Sepanjang malam dia mencoba belajar dan memahami balance sheet tersebut,namun sia sia, lalu dia meminta tolong temannya yang bekerja di Standar Chartered Bank untuk mengajarinya, tetapi masih saja tidak mengerti.
Akhirnya dia berterus terang terhadap para pegawainya dan Pak Andi Gappa, tentu saja mereka cukup terkejut mendengarnya. Permintaan Riady pun untuk mulai bekerja dari awal disetujuinya, mulai dari bagian kliring, cash, dan checking account. Selama sebulan penuh Riady belajar dan akhirnya ia pun mengerti tentang proses pembukuan, dan setelah membayar seorang guru privat ia akhirnya mengerti apakah itu akuntansi. Maka mulailah dia menjual kepercayaan, hanya dalam setahun Bank Kemakmuran mengalami banyak perbaikan dan tumbuh pesat. Setelah cukup besar, pada tahun 1964, Riady pindah ke Bank Buana, kemudian di tahun 1971, dia pindah lagi ke Bank Panin yang merupakan gabungan dari Bank Kemakmuran, Bank Industri Jaya, dan Bank Industri Dagang Indonesia.
Mochtar Riady hampir selalu sukses dalam mengembangkan sebuah bank, dia memiliki filosofi tersendiri yang ia sebut sebagai Lie Yi Lian Dje. Lie berarti ramah, Yi memiliki karakter yang baik, Lian adalah kejujuran sedangkan Dje adalah memiliki rasa malu. Visi dan pandangan Riady yang jauh ke depan seringkali membuat orang kagum, dia dapat dengan cepat membaca situasi pasar dan dengan segera pula menyikapinya.
Salah satu contohnya ketika dia berhasil menyelamatkan Bank Buana tahun 1966. Saat itu Indonesia sedang mengalami masa krisis karena Indonesia berada pada masa perubahan ekonomi secara makro, ketika itu Riady sedang berkuliah malam di UI, disitu dia dikenalkan dengan beberapa pakar ekonomi seperti Emil Salim, Ali Wardhana,dkk. Riady segera sadar dan segera mengubah arah kebijakan Bank Buana.
Pertama, dia menurunkan suku bunga dari 20 % menjadi 12 %, padahal pada waktu itu semua bank beramai-ramai menaikkan suku bunganya. Karena suku bunga yang rendah tersebut maka para nasabah yang memiliki kredit yang belum lunas segera membayar kewajibannya. Sedangkan para usahawan yang akan meminjam diberi syarat ketat khususnya dalam hal jaminan, namun karena bunga yang ditawarkan Bank Buana sangat rendah dibanding yang lain maka banyak debitur yang masuk dan tak ragu untuk memberikan jaminan. Dengan cara itu Bank Buana menjadi sehat padahal pada waktu itu banyak klien dan bank yang bangkrut. Dengan otomatis orang mengenal siapa Mochtar Riady.
Mochtar Riady yang lahir di Malang, Jawa Timur 12 Mei 1929 adalah pendiri Grup Lippo, sebuah grup yang memiliki lebih dari 50 anak perusahaan. Jumlah seluruh karyawannya diperkirakan lebih dari 50 ribu orang. Aktivitas perusahaannya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga hadir di kawasan Asia Pasifik, terutama di Hong Kong, Guang Zhou, Fujian, dan Shanghai.
Sejarah Grup Lippo bermula ketika Mochtar Riady yang memiliki nama Tionghoa, Lie Mo Tie membeli sebagian saham di Bank Perniagaan Indonesia milik Haji Hasyim Ning pada 1981. Waktu dibeli, aset bank milik keluarga Hasyim telah merosot menjadi hanya sekitar Rp 16,3 miliar. Mochtar sendiri pada waktu itu tengah menduduki posisi penting di Bank Central Asia, bank yang didirikan oleh keluarga Liem Sioe Liong. Ia bergabung dengan BCA pada 1975 dengan meninggalkan Bank Panin.
Di BCA Mochtar mendapatkan share sebesar 17,5 persen saham dan menjadi orang kepercayaan Liem Sioe Liong. Aset BCA ketika Mochtar bergabung hanya Rp 12,8 miliar. Mochtar baru keluar dari BCA pada akhir 1990 dan ketika itu aset bank tersebut sudah di atas Rp 5 triliun.
Bergabung dengan Hasyim Ning membuat ia bersemangat. Pada 1987, setelah ia bergabung, aset Bank Perniagaan Indonesia melonjak naik lebih dari 1.500 persen menjadi Rp 257,73 miliar. Hal ini membuat kagum kalangan perbankan nasional. Ia pun dijuluki sebagai The Magic Man of Bank Marketing. Dua tahun kemudian, pada 1989, bank ini melakukan merger dengan Bank Umum Asia dan semenjak saat itu lahirlah Lippobank. Inilah cikal bakal Grup Lippo. Saat ini Group Lippo memiliki lima cabang bisnis yakni :
1. Jasa keuangan : perbankan, reksadana, asuransi, manajemen asset,sekuritas
2. Properti dan urban development : kota satelit terpadu, perumahan, kondominium, pusat hiburan dan perbelanjaan, perkantoran dan kawasan industri.
3. Pembangunan infrastruktur seperti pembangkit tenaga listrik, produksi gas, distribusi, pembangunan jalan raya, pembangunan sarana air bersih, dan prasarana komunikasi.
4. Bidang industri yang meliputi industri komponen elektronik, komponen otomotif, industri semen, porselen, batu bara dan gas bumi. Melalui Lippo Industries, grup ini juga aktif memproduksi komponen elektonik seperti kulkas dan AC merk Mitsubishi. Sedangkan komponen otomotif perusahaan yang dipimpin Mochtar ini sukses memproduksi kabel persneling.
5. Bidang industri yang meliputi industri komponen elektronik, komponen otomotif, industri semen, porselen, batu bara dan gas bumi. Melalui Lippo Industries, grup ini juga aktif memproduksi komponen elektronik seperti kulkas dan AC merk Mitsubishi. Sedangkan komponen otomotif perusahaan yang dipimpin Mochtar ini sukses memproduksi kabel persneling.

HELMY YAHYA

Diposting oleh obligos 0 komentar

Helmy Yahya secara mengejutkan semakin berani dan berhasil menggaet ibu-ibu rumah tangga (RT) dan puteri remajanya. Ia menemui para isteri dan remaja puteri setiap pagi, saat suami pergi kerja. Mereka dibuat terbuai menikmati kebersamaan dalam Kuis Siapa Berani yang ditayangkan Indosiar itu. Si Raja Kuis itu kini memang semakin digemari ibu-ibu dan remaja putri. Juragan hiburan televisi yang lagi laris lewat rumah produksi PT Triwarsana yang didirikannya, itu kini memasok puluhan acara ke berbagai stasiun televisi.

Sebagian besar acara itu berupa kuis. Di antaranya yang paling spektakuler dan membuatnya semakin populer terutama di kalangan ibu dan remaja putri adalah Kuis Siapa Berani. Kuis yang dipandu Helmy bersama Alya Rohali diikuti 100 peserta dan digelar langsung setiap hari dari Senin hingga Jumat, pada pukul 08.00 pagi. Minat publik terhadap kuis itu memang luar biasa. Setiap minggu ada 500 kelompok yang mendaftar.

Tak pelak, kuis itulah yang mengangkat sosok Helmy Yahya sebagai "super star pagi" yang ditunggu pemirsa, terutama ibu-ibu. "Market saya memang ibu-ibu he-he-he.... Tetapi, sebenarnya segmentasi kuis ini memang paling lebar, mulai anak-anak sampai jenderal, hingga ibu-ibu arisan," kata Helmy yang ditemui seusai acara kuis di Indosiar, Jalan Damai, Jakarta.

Akibatnya, wilayah pribadi pria kelahrian Palembang, 6 Maret 1962, dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan, ini agak terusik. Ibu-ibu pedagang batik di Pasar Beringharjo, Yogyakarta pun mengenali sosok pria kelahiran Palembang 1963 itu. "Suatu kali saya jalan-jalan ke Yogyakarta. Saya memakai celana pendek dan kacamata gelap. Waktu saya cari batik di Pasar Beringharjo, ada ibu penjual batik yang berteriak, 'Ee... ada siapa berani!' Itu membuat saya terharu."

Di studio, tempat kuis berlangsung, suasana tak jauh beda. Ibu-ibu peserta kuis ramai-ramai meminta foto bersama Helmy. Begitu pula di dalam pesawat terbang, ada seorang pramugari mendekatinya. Rupanya pramugari itu hanya ingin menitipkan dua pertanyaan untuk dibacakan dalam kuis Siapa Berani.

Jagat pertelevisian, terutama kuis, sudah dikenal Helmy sejak ia bekerja pada Ani Soemadi yang dikenal sebagai "Ratu Kuis". Sekitar sepuluh tahun Helmy ikut menggarap belasan kuis televisi. Helmy kemudian bekerja mandiri dengan mendirikan perusahaan PT Triwarsana yang kini mempunyai tenaga inti 40 orang. Kuis dan acara televisi yang pernah digarap Helmy antara lain Kata Demi Kata atau Pesta Bintang di SCTV. Kini ia sedang menyiapkan tujuh paket acara hiburan televisi.

Kiatnya menggarap kuis sebagai tontonan visual yang menarik antara lain pertanyaan tidak boleh sulit, tetapi harus menarik dan merupakan fakta menarik. "Misalnya, saya baru tahu buah kiwi bukan dari Selandia Baru, tetapi dari Cina. Atau, harimau itu ternyata tidak terdapat di Afrika. Dari situ kita juga berbagi pengetahuan kepada pemirsa," kata Helmy yang berstatus dosen Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sosok Helmy Yahya kini menjadi bagian dari jagat gebyar hiburan di layar kaca: sebuah dunia yang tak pernah diimpikannya. Ayahnya, Mohammad Yahya Matusin, adalah wiraswasta. "Saya dari keluarga bersahaja, bahkan boleh dibilang memprihatinkan. Ayah hanya pedagang kaki lima, penjual kacamata," kata Helmy yang bungsu dari lima bersaudara.

Meski kondisi ekonomi pas-pasan, orangtua Helmy berusaha menyekolahkan anak-anaknya. Bahkan, dua anak terakhir, Tantowi dan Helmy diupayakan bersekolah di Jawa. "Untuk modal kuliah kami di Jakarta, Ayah sampai menggadaikan rumah. Saya sempat merasa menjadi anak durhaka karena dulu saya marah kalau wesel belum datang. Padahal, orangtua saya harus pinjam sana sini untuk biaya hidup kami," kenang Helmy yang merampungkan kuliah di STAN dan melanjutkan program pascasarjana di Universitas Miami, Amerika Serikat.

Saat kuliah di Jakarta itulah jalan menuju bisnis hiburan televisi terbuka. Suatu ketika Helmy menyelenggarakan hajatan jazz di kampus yang menampilkan pemusik Ireng Maulana. Setelah cukup sering bekerja sama, pada tahun 1988 Helmy ditawari menjadi manajer Ireng Maulana. Dari gitaris yang menggarap musik untuk kuis Berpacu Dalam Melodi tersebut, Helmy berkenalan dengan Ani Soemadi. Sejak itu, jalan menuju jagat bisnis hiburan terbuka buat Helmy. "Tetapi, sungguh saya tidak kebayang bekerja di dunia hiburan. Cita-cita saya itu menjadi dokter atau penulis. Saya ini sebenarnya kan kecebur di dunia hiburan," kata Helmy yang di kampungnya di kawasan Bekasi Timur, menjabat sebagai Ketua RT.

Minat dan aktivitas Helmy memang sangat beragam. Ia menyukai olahraga terutama bola basket. Ia juga menggemari musik. Kini, ia sedang menyiapkan rekaman album Melayu Deli bersama pemusik Marakarma. Menurutnya, ini bukan usaha "mumpung populer". Musik Melayu Deli telah menjadi bagian dari masa kecilnya di Palembang. "Ayah saya penyanyi dan pernah memimpin orkes musik sejenis gambus."

Ia juga sempat mewujudkan impian sebagai penulis. Setidaknya, Helmy yang kala SMA menggemari novel Ashadi Siregar dan Eddy D Iskandar pernah menghasilkan lima novel, salah satunya berjudul Blok M (Bakal Lokasi Mejeng) yang pernah difilmkan sutradara Edward Pesta Sirait dan dibintangi Desy Ratnasari dan Paramita Rusadi.

Kini, Helmy akan mengarungi bisnis hiburan yang lebih besar. Sudah sekitar tiga bulan ia menjabat Direktur Pemasaran Perum Produksi Film Negara (PPFN). Perusahaan yang sepuluh tahun terakhir mandek produksinya itu disebutnya sebagai "Titanic", kapal besar yang nyaris tenggelam. Aset lahan seluas dua hektar di Jalan Otista Raya, Jakarta Timur, dan 1,5 hektar di Jalan Tendean, Jakarta Selatan, milik PPFN itu akan dikembangkan sebagai studio besar.

Mereka tengah menyiapkan untuk menghidupkan kembali film boneka Si Unyil. "Saya ingin anak-anak mempunyai tontonan dengan nilai Indonesia. Saya prihatin, anak-anak kita menjadi generasi smack down." Yang terakhir itu adalah acara hiburan "gulat" banting-membanting di sebuah stasiun televisi swasta dan diikuti banyak anak-anak.

Selain aktif sebagai presenter, Helmy juga menulis cerita yang dituangkannya dalam beberapa pustaka antara lain Buku Humor “Gelitik Tawa Cara Amerika” , Pustaka Jeka, 1985; Buku Humor “Tanya Serius Jawab Santai” , Pustaka Jeka 1986; Buku Remaja serial Lintar “Ketika Musim Duren Tiba” , Pustaka Jeka 1986; Buku Remaja serial Lintar “Balada Johny dan Retno” , Pustaka Jeka 1987; Buku Remaja serial Lintar “Cinta Elektrik” , Pustaka Jeka 1987; Buku Remaja serial Lola “Blok M, Bakal Lokasi Mejeng” , Pustaka Jeka 1988; Program PhD in Business (Marketing) pada JIMS , Jakarta, belum selesai; dan Buku Joshua Oh Joshua , Gramedia 2000.

Selain itu, ia juga menuangkan ide-ide dari cerita tersebut ke dalam film yakni: Ide cerita film “Ketika Musim Duren Tiba” , PT. Virgo Film, 1988; Ide cerita dan scenario film “Blok M” , PT. Parkit Film, 1989; Ide cerita film “Joshua Oh Joshua” , PT. RAPI Film, 2000.

Ia juga menjadi pembicara dari beberapa seminar seperti Activity Based Costing (ABC) Seminars, Finance Or Non-Finance Seminars dan Marketing Service Seminars.

Pria serba sibuk ini, memang sejak kecil sudah merai berbagai prestasi dan penghargaan. Ia lulusan terbaik dari sejak SD sampai perguruan tinggi. Beberapa penghargaan yang diraihnya adalah: Pelajar Teladan SLTA Sumatera Selatan, 1980; Pelajar Teladan Nasional, 1980; Juara Lomba Baca Puisi se-Sumatera, Medan, 1979; Juara Lomba Mengarang Puisi se-Sumatera Selatan, 1980; Juara Cepat Tepat, TVRI Palembang, 1978-1980; dan Juara Lomba Baca Puisi antar Mahasiswa se-Indonesia, Jakarta 1981.

Kini ia menggumuli sejumlah kegiatan yaitu: Direktur PT. Triwarsana; Dosen/Widyaiswara STAN (Accounting Theory, Accounting System, Etika Bisnis dan Marketing); Produser dan Kreator Kuis Joshua (Indosiar, setiap Minggu pk.17.00); Executive Produser dan Kreator ‘Pesta Bintang’ (SCTV, setiap Minggu pk.16.30); Executive Produser dan Kreator ‘ASAL’ (SCTV, setiap Jumat pk.21.00); Executive Produser dan Kreator ‘Kafe Dangdut’ (TPI, setiap Selasa pk.19.30); Tim Pembuat Soal Kuis Digital LG Prima (Indosiar, setiap Sabtu pk.14.00); Executive Produser dan Kreator ‘TERSERAH’ (SCTV, setiap Sabtu pk.21.00); Executive Produser dan Kreator ‘Mimpi Kali Yee’ (SCTV, setiap Kamis pk.19.30); Executive Produser, Kreator, soal dan Host Kuis Siapa Berani (Indosiar, setiap Senin-Jumat pk.08.00); Dosen di STAN; Presenter KOBATAMA (SCTV sejak tahun 1994); Ketua Bidang Luar Negri PB PERBASI, sejak tahun 1998; Deputy Secretary General South East Asian Basketball Association (SEABA) sejak tahun 1999; Humas Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Kompartemen Akuntan Manajemen , sejak tahun 1999; MC di berbagai acara (event); Pembicara/Moderator Seminar dalam bidang Marketing, Accounting, Finance dan Broadcasting; dan Direktur Marketing PFN.



Selain itu, ia juga sibuk sebagai presenter dalam event khusus, seperti:
1. PON 1993 (RCTI), sebagai Presenter
2. Asian Basketball Championship 1993 (SCTV), sebagai komentator
3. NBA final 1995 , Houston (USA), sebagai Host
4. Asian Badminton Championship , Jakarta 1995, Host
5. NBA final 1996 , Chicago (USA), sebagai Host
6. Olimpiade 1996 , Atlanta (USA), sebagai Host
7. SEABA Championship , Surabaya 1996, sebagai Host
8. Exclusive Interview ‘Kareem Abdul Jabbar’ , Jakarta 1995
9. Exclusive Interview ‘Magic Johnson’ , Los Angeles 1996
10. Magic Johnson All Star , SCTV 1996, sebagai Host
11. Lintas Selat Sunda , SCTV 1996, sebagai Host
12. Lintas Selat Madura , SCTV 1996, sebagai Host
13. Batman Triathlon , SCTV 1996, sebagai Host
14. NBA Japan Games , Tokyo 1997 (SCTV), sebagai Host
15. Kejuaraan Dunia Perahu Naga , Hongkong 1997, SCTV, sebagai Host
16. Exclusive Interview ‘Shaquille O’Neal , Jakarta 1997
17. Sea Games 1997 , Jakarta, SCTV, sebagai Host

ORANG YANG TIDAK MATI SETELAH EKSEKUSI MATI

Diposting oleh obligos Selasa, 04 Januari 2011 0 komentar

Anne Green




Dieksekusi mati dengan cara digantung ketika berumur 22 tahun. Pada masa itu, hukuman gantung dilaksanakan dengan cara si napi disuruh naik tangga dan mengalungkan sendiri tali ke lehernya.

Setelah tergantung slama 1/2 jam, tubuh anne diturunkan dan diberikan pada pihak universitas sebagai bahan kuliah anatomi. Namun, setelah di kampus, peti dibuka dan dokter mendengar suara bernapas dari tenggorokannya.
Mereka segera memberinya minum. Dua belas jam setelah eksekusi, Anne sudah bisa bicara beberapa kata. Beberapa tahun kemudian Anne akhirnya menikah dan punya 3 orang anak, serta dapat hidup 15 tahun lagi setelah peristiwa eksekusi yang membuatnya terkenal itu.

Setelah kasus ini, terpidana mati digantung dengan cara dijatuhkan dari ketinggian tertentu untuk mematahkan lehernya, shingga dapat mati secara cepat.

John Henry George Lee


John merupakan seorang pembantu di rumah Miss Emma. Suatu hari, Miss Emma ditemukan tewas dengan leher yang tersayat pisau dan rumahnya terbakar. John kemudian dinyatakan bersalah dan divonis hukuman gantung. Menurut jadwal, John akan dgantung pada 23 Februari 1885 di Exeter Prison.

Ketika sudah hari-H, John dibawa keluar dari selnya untuk menuju tempat eksekusi. Namun, trap door (pintu penyekat antar zona penjara) macet. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi tiga kali.

Di tengah kebingungan pihak penjara dan eksekutor, John dikembalikan ke sel nya. Dan beberapa hari kemudian, hukumannya diubah menjadi kurungan seumur hidup.

Joseph Samuel




Joseph divonis mati dengan cara digantung setelah dituduh melakukan perampokkan rumah seorang wanita kaya dan polisi yang menjaga rumah tersebut ikut terbunuh.

Joseph memang mengakui perampokkan tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa ia tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Joseph merampok rumah tersebut bersama gengnya. Si kepala geng dilepaskan karena kurangnya barang bukti.

Pada 1803, Joseph dibawa bersama napi lain ke Parramatta, di mana sudah ada ratusan orang yang datang untuk melihat eksekusi ini. Setelah berdoa, Joseph naik ke atas gerobak dan di lehernya dikalungkan tali. Setelah siap, gerobak tersebut ditarik.

Bukannya menggantung tubuh Joseph, tali tersebut malah putus. Algojo coba lagi, tetapi kali ini tali tersebut selip dan kaki Joseph menyentuh tanah. Di tengah kegaduhan penonton, algojo coba lagi untuk ketiga kali. Tali tersebut kembali putus.

Kali ini petugas di lokasi mengabarkan gubernur tentang peristiwa ini. Setelah mengetahuinya, gubernur mengubah hukuman Joseph menjadi kurungan seumur hidup. Gubernur dan petugas lain meyakini bahwa kejadian tersebut merupakan petunjuk dari Tuhan, bahwa tidak seharusnya Joseph mendapat hukuman tersebut.

Wenseslao Moguel




Moguel divonis mati dengan cara ditembak oleh regu tembak kepolisian. Ia ditembak 9 kali, termasuk 1 peluru terakhir yang ditembakkan ke kepalanya oleh komandan regu dalam jarak dekat untuk memastikan kematiannya.

Entah bagaimana, Moguel bisa bertahan hidup dan berencana untuk melarikan diri. Moguel pulang ke kampungnya untuk menikmati sisa hidupnya yang sangat berharga tersebut.

Foto di atas diambil pada tahun 1937 di acara Ripley's Believe It or Not. Dimana Moguel memperlihatkan tanda bekas peluru yg menembus kepalanya dari jarak dekat.

GRIGORI RASPUTIN

Grigori Yefimovich Rasputin pernah dibunuh dengan cara:

Ditusuk di abdomen oleh seorang murid pendeta Iliodor yang membencinya karena dianggap sebagai seorang tokoh antikristus
Diracuni menggunakan sianida dalam jumlah yang sangat banyak dalam makanan dan minumannya, jumlah yang cukup untuk membunuh lima orang
Ditembak menggunakan sebuah pistol revolver di kepalanya
Dikebiri (sekarang alat kelamin Rasputin diawetkan dan dipamerkan di sebuah museum)
Dipukuli Diikat dan dihanyutkan ke Sungai Neva yang dingin membeku
setelah itu tubuh Rasputin ditemukan terhanyut di sungai dalam keadaan terracuni, ditembak empat kali, babak belur, dan tenggelam. dari autopsi yang dilakukan, disimpulkan bahwa Rasputin mati karena tenggelam karena paru-parunya dipenuhi air (berarti setelah ditembak, dipukuli, diracuni, dia masih hidup dan bernapas).
mayatnya dikubur, tapi kemudian kuburannya dibongkar kembali dan mayatnya dibakar oleh para pekerja dari Saint Petersburg. Saat tubuhnya sedang dibakar, Rasputin terlihat bangun dan mencoba berdiri di tengah-tengah kobaran api sehingga menakuti para pekerja itu. legenda dan misteri tentang Rasputin tetap hidup, bahkan setelah ia lama mati.

TEKNIK BELAJAR GITAR KLASIK

Diposting oleh obligos 0 komentar


David Oakes - Classical and Fingerstyle Guitar Techniques
Musicians Institute Press | English | 2000 | ISBN-10: 0793580455 | 64 pages | PDF | 24 MB

This Master Class with MI instructor David Oakes is aimed at any electric or acoustic guitarist who wants a quick, thorough grounding in the essentials of classical and fingerstyle technique. Topics covered include: arpeggios and scales, free stroke and rest stroke, P-i scale technique, three-to-a-string patterns, natural and artificial harmonics, tremolo and rasgueado, and more. The book includes 12 intensive lessons for right and left hand in standard notation and tab.


Judul: Tips & Trik Ekstrim Melamar Pekerjaan
Bahasa: Indonesia
Penulis: Agus Salim
Jumlah halaman: 26
Format ebook: EXE

Apakah anda seorang pencari kerja yang selalu kesulitan mendapatkan pekerjaan?.
Sepertinya anda wajib mencoba tips-tips yang ada di ebook ini.
Jadilah kandidat yang paling "ekstrim", dengan membuat surat lamaran pekerjaan yang berbeda dari yang dibuat kebanyakan orang, dan jadilah pemenang dalam persaingan tersebut.
Silahkan di cendol :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...